Berita

MULTIMEDIA

MUSLIMAH

Latest Updates

Showing posts with label Kajian Ideologis. Show all posts
Showing posts with label Kajian Ideologis. Show all posts

Rumah Tangga Yang Menyenangkan (Meminimalkan Potensi Konflik)

19:23
UKMI Al FatahBanyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah …sekali. Tak sedikit yang menyesal, kenapa tak dari dulu menikah.

Sahabat, itu adalah secuplik ungkapan yang lazim terdengar tentang pernikahan. Namun jelas, tak segampang yang dibayangkan untuk membina sebuah keluarga. Membangun sebuah keluarga sakinah adalah suatu proses. Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang diam tanpa masalah. Namun lebih kepada adanya keterampilan untuk manajemen konflik.

Ada tiga jenis manajemen konflik dalam rumah tangga, yaitu pencegahan terjadinya konflik, menghadapai tatkala konflik terlanjur berlangsung, dan apa yang harus dilakukan setelah konflik reda.


1. Siap dengan hal yang tidak kita duga

Pada dasarnya kita selalu siap untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Mudah bagi kita bila yang terjadi cocok dengan harapan kita. Namun, bagaimanapun, setiap orang itu berbeda-beda. Tidak semuanya harus sama “gelombangnya” dengan kita. Maka yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar potensi konflik akibat perbedaan ini tidak merusak.

Dalam rumah tangga, bisa jadi pasangan kita teryata tidak seideal yang kita impikan. Maka kita harus siap melihat ternyata dia tidak rapi, tidak secantik yang dibayangkan atau tidak segesit yang kita harapkan., misalnya. Kita harus berlapang dada sekali andai ternyata apa yang kita idamkan, tidak ada pada dirinya. Juga sebaliknya, apabila yang luar biasa kita benci. Ternyata isteri atau suami kita memiliki sikap tersebut.

2. Memperbanyak pesan Aku

Tindak lanjut dan kesiapan kita menghadapi perbedaan yang ada, adalah memeperbanyak pesan aku. Sebab, umumnya makin orang lain menegetahui kita, makin siap dia menghadapi kita. Misalnya sebagai isteri kita terbiasa katakanlah mengorok ketika tidur. Maka agar suami dapat siap menghadapi hal ini, kita bisa mengatakan “Mas, orang bilang, kalau tidur saya itu suka ngorok,…. jadi Mas siap-siap saja. Sebab, sebetulnya, saya sendiri enggak niat ngorok.”

Lalu sebagai suami, misalnya kita menyatakan keinginan kita: “Saya kalau jam tiga suka bangun. Tolonglah bangunkan saya. Saya suka menyesal kalau tidak Tahajjud. Dan kalau sedang Tahajjud, saya tidak ingin ada suara yang mengganggu.”

Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi riak-riak masalah akaibat satu sama lain tidak memahami nilai-nilai yang dipakai oleh pasangan hidupnya. Sebab sangat mungkin orang membuat kesalahan akibat dia tidak tahu tata nilai kita. Yang dampaknya akan banyak muncul ketersinggungan-ketersinggungan. Maka di sinilah perlunya kita belajar memberitahukan. Memberitahukan apa yag kita inginkan. Inilah esensi dari pesan aku.

Dengan demikian ini akan membuat peluang konflik tidak membesar. Karena kita telah mengkondisikan agar orang memahami kita. Sungguh tidak usah malu menyatakan harapan ataupun keberatan-keberatan kita. Sebab justru dengan keterbukaan seperti ini pasangan hidup kita dapat lebih mudah dalam menerima diri kita. Termasuk dalam hal keberadaan orang lain.

Misalnya orang tua kita akan datang. Maka adalah suatu tindakan bijaksana apabila kita mengatakan kepada suami tentang mereka. Sebagai contoh, orang tua kita mempunyai sikap cukup cerewet, senang mengomentari ini itu. Maka katakan saja: “Pak… saya tidak bermaksud meremehkan. Namun begitulah adanya. Orang tua saya banyak bicara. Jangan terlalu difikirkan, itu memang sudah kebiasaan mereka. Juga dalam hal makanan, yang ikhlas saja ya Pak…kalau nanti mereka makannya pada lumayan banyak…”

Sungguh sahabat, makin kita jujur maka akan semakin menentramkan perasaan masing-masing di antara kita.

Alkisah, ada sebuah keluarga. Sering sekali terjadi pertengkaran. Akhirnya, suatu ketika si isteri bicara “Pak, maaf ya, keluarga kami memang bertabiat keras. Sehingga bagi kami kemarahan itu menjadi hal yang amat biasa.”

Lalu suaminya membalas “Sedangkan Papa lahir dari keluarga pendiam, dan jarang sekali ada pertempuran…”

Jelas itu akan membuat keadaan berangsur lebih baik dibanding terus menerus bergelut dalam pertengkaran-pertengkaran yang semestinya tak terjadi.

Jadi kita pun harus berani untuk mengumpulkan input-input tentang pasangan kita. Misalnya ternyata dia punya BB atau bau badan. Maka kita bisa menyarankan untuk meminum jamu, sekaligus memberitahukan bahwa kadar ketahanan kita terhadap bau-bauan rendah sekali. Sehingga ketika kita tiba-tiba memalingkan muka dari dia, isteri kita itu tidak tersinggung. Karena tata nilainya sudah disamakan.
Tentunya, dengan saling keterbukaan seperti itu masalah akan menjadi lebih mudah dijernihkan dibanding masing-masing saling menutup diri.
Ketertutupan, pada akhirnya akan membuat potensi masalah menjadi besar. Kita menjadi mengarang kesana kemari, membayangkan hal yang tidak tidak berkenaan dengan pasanagan hidup kita. Dongkol, marah, benci dan seterusnya. Padahal kalau saja didiskusikan, bisa jadi masalahnya menjadi sangat mudah diselesaikan. Dan potensi konflik pun menjadi minimal.

3. Tentang aturan

Kita harus memiliki aturan-aturan yang disepakati bersama. Karena kalau tak tahu aturan, bagaimana orang bisa nurut? Bagaimana kita bisa selaras? Jadi kita harus membuat aturan sekaligus…sosialisasikan!

Misalnya isteri kita jarang mematikan kran setelah mengguanakan. Bisa jadi kita dongkol. Disisi lain, boleh jadi isteri malah tak merasa bersalah sama sekali. Sebab dia berasal dari desa. Dan di desa.. pancuran toh tak pernah ditutup.

Begitu pula pada anak-anak. Kita harus mensosialisasikan peraturan ini. Tidak usah kaku. Buat saja apa yang bisa dilaksanakan oleh semua. Makin orang tahu peraturan, maka peluang berbuat salah makin minimal.

====


Sumber : K.H. Abdullah Gymnastiar, pustaka.islam.net


Pemuda Dalam Sejarah

20:09
Ini adalah pelajaran sejarah. mendekati akhir kekuasaan belanda di negeri ini. bermunculan gerakan pemuda di berbagai daerah dengan label suku masing-masing, misalnya Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera dan jong-jong lainnya. Namun, mereka segera sadar, bahwa mengusir penjajah takkan mungkin dengan cara masing-masing, kecuali mereka bersatu-padu dalam satu barisan. Karena itu pada 28 oktober 1928, mereka memproklamirkan "Sumpah Pemuda":

Kami berbangsa satu, bangsa Indonesia. Bertanah air satu, tanah air Indonesia. Berbahasa satu, bahasa Indonesia." sejak detik itu lahirlah suatu kebangsaan (state), bangsa Indonesia.
Pada 1942 sebuah negara adikuasa di Asia saat itu. Jepang (Nipon) berhasil mengusir belanda dan mengambil-alih kekuasaan indonesia. Dengan serta-merta jepang merekrut sangat banyak pemuda. Sebagian dijadikan romusha (kerja paksa), RT, RW, dan sebagian lagi dilatih kemeliteran dengan beberapa nama: Seinendan, Keibodan, PETA, dan lainnya. Namun, karena mereka tak tahan dengan kebiadaban Jepang atas bangsa ini, sebagian pemuda yang tealah dididik militer dengan gagah berani melakukan perlawanan. yang paling terkenal ialah perlawanan PETA di Blitar yang dipimpin oleh Supriadi. Sayang, sampai sekarang belum ada kabar keberadaan beliau.
Agustus 1945 Kota Hirsima dan Nagasaki di Jepang dibom oleh Amerika. Ini memebuat tentara Nipon tekuk lutut kepada Amerika. Kesempatan emas ini dengan cepat dimanfaatkan oleh para pemuda. Lalu pada 17 Agustus 1945, atas nama bangsa indonesia Soekarna - Hatta memproklamirkan "Kemerdekaan Indonesia".
Dua bulan kemudian, tepatnya 10 November 1945, pasukan inggris dibawah pimpinan Jendral Malaby berlabuh di Tanjung Perak Surabaya dengan dalih mau memulihkan keamanan sehubungan dengan Jepang telah hengkang. Namun ternyata, mereka diboncengi oleh pasukan Belanda yang mau menjajah keembali. Jelas, rakyat menjadi geram. Dipimpin oleh Bung Tomo, ribuan arek-arek Suroboyo dengan bersenjata tajam: bambu runcing, tombak, keris, parang dan sebagainya menghadapi dua kelompok penjajah itu. Pertempuran pun berkobar dengan sengit. Tak henti-hentinya Bong Tomo membakar semangat dengan teriakan Allapehu akbar. Para pemuda terus merangsek hingga jendral Malaby terbunuh.
Hampir bisa dipastikan setiap pelaku sejarah (perubahan) baik tokoh sentral maupun pengikutnya adalah orang-orang muda. Namun, bukan berarti tak ada orangtua yang terlibat dalam sejarah.
Islam memerintahkan kepada umatnya tanpa pandang usia atau kelamin, tua-muda, untuk berdakwah, beramal shalih, saling menasehati, saling menaati kebenaran dan  mengingatkan atau mencegah kezaliman (amar makruf nahi munkar) yang dilakukan oleh siapa saja, baik oleh masyarakat umum maupun penguasa.
Sering kita menyaksikan di televisi tayangan penderitaan kaum Muslim di berbagai negara. Bila mereka minoritas,harta tempat tinggalnya dirampas, orangnya disiksa dan diusir juga dibunuh. Namun, bila mayoritas di negerinya. mereka ditindas dipaksa oleh penguasa. Karena itu saya setuju dengan para ulama yang berpendapat, "Sekarang adalah fase mulkan jabariyah (penguasa yang memaksa/ diktator). Adanya atas kehendak Allah. Kemudian Allah menghilangkannya jika Allah menghendaki menghilangkannya. Kemudian adalah masa Khilafah yang menempuh jejak kenabian Khilafah ala Minhaj Nubuwah." (HR Ahmad).
Sebagai orang yang sudah tua, say mengajak umat Muslim Indonesia dan Muslim diberbagai Negara lain (seluruh dunia), baik tua maupun wanita, sudah saatnya mendukung perjuangan para pemuda, bahu-membahu dalam satu barisan, sayeg saekoproyo berjuang bersama-sama menyambut bisyarah Nabi saw. yang menyatakan akan tegaknya Khilafah 'ala Minhaj Nubuwwah, kembali kepada kehidupan Islam, mengulang sejarah Hidup Sejahterra di Bawah Naungan Khilafah. []
sumber : al-wa'ie No. 182 Tahun XV, 1-31 Oktober 2015 

KONPIRASI YAHUDI MENCAPAI PALESTINA

16:57
SETELAH Konspirasi berhasil mencapai tujuannya di Jerman, sasaran berikutnya ditujukan kepada bumi Palestina. Mereka mengincar Palestina sebagai impian lama yang kini hampir tiba di ambang pintu. Sebagaimana telah kita singgung terdahulu, bumi Palestina akan dijadikan poros bagi program dan titik pemusatan kegiatan internasional bagi Konspirasi. Hal ini bisa dimaklumi, karena Palestina adalah pusat terpenting wilayah Timur Tengah dan Timur Dekat.
Secara geografis, Palestina merupakan jalur penghubung antara tiga benua, yaitu Afrika, Eropa dan Asia. Di samping itu, kekayaan emas hitam yang terdapat di wilayah itu merupakan kebutuhan dunia dalam jumlah melimpah. Dengan demikian, politik Zionisme telah meletakkan dua sasaran yang hendak dicapai untuk menuju ke Palestina, yaitu :
1) Memaksa negara di dunia untuk mengakui negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina, yang kemudian akan dijadikan pusat kegiatan Konspirasi untuk meletakkan memprakarsai Perang Dunia III.
2) Menguasai seluruh sumber kekayaan alam yang terdapat di wilayah itu.
Berikut ini diketengahkan tahapan program kerja yang akan dijadikan landasan bagi pelaksanaannya. Langkah pertama, mereka mengeluarkan deklarasi Balfour tahun 1917 yang telah mengikat Inggris, Perancis dan Amerika Serikat untuk mendukung berdirinya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di bumi Palestina.
Untuk melaksanakan hal itu, jenderal Allenby langsung diberi instruksi untuk memukul mundur pasukan Turki Utsmani keluar dari wilayah Timur Tengah dan menduduki Yerusalem. Penguasa Inggris sengaja merahasiakan deklarasi Balfour selama masa operasi militernya, dengan dukungan pasukan Arab nasional, pengkhianat ummat di bawah bendera Syarif Hussein, Amir Makkah.
Sedang para pemilik modal internasional pada saat operasi militer Inggris di wilayah Palestina masih berlangsung, telah mendesak pemerintah Inggris untuk menentukan perwakilan Organisasi Zionisme di Palestina, dan menentukan anggota politisi Zionis untuk menjadi anggota perwakilan itu. Tuntutan itu diajukan kepada penguasa militer Inggris di Palestina, jenderal Crayton, dan segera dikabulkan pada bulan Maret 1915. Politisi yang menjadi anggota perwakilan itu adalah :
1. Kolonel Orampsey Rigor, yang kelak menjadi direktur Bank Standard di Afrika Selatan, yaitu sebuah bank yang menguasai pertambangan emas dan logam mulia lainnya di Afrika Selatan. Dan dia pula yang mendukung dana kepada sistem politik Apartheid.
2. Haim Weizman yang kelak menjadi perdana menteri Israel pertama.
3. Komite perwakilan Zionisme ini telah berada di Palestina sebelum diadakan perundingan damai, bahkan sebelum Perang Dunia I usai. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan momen yang tepat sebelum masalah Palestina dibicarakan di forum mendatang, yaitu perjanjian Versailles. Kemudian perundingan damai dimulai, dan para pemilik modal internasional membuka kedok.
Tampak jelaslah pengaruh mereka. Kita tidak perlu memperjelas lagi, tapi cukup dengan menyebutkan beberapa analisa singkat. Dalam perundingan ini, ketua utusan Amerika adalah Paul Warburg, yang sebelumnya telah kita sebutkan sebagai wakil pemilik modal internasional di Amerika Serikat. Ketua utusan Jerman adalah saudara kandung Paul sendiri, Mark Warburg. Jangan lupa, Mark mewakili negara musuh sekutu yang kalah perang.
Sementara itu, Paul mewakili negara yang menang perang. Perundingan damai seperti itu lalu menjadi perundingan pemerasan, yang seluruh keputusan yang berbuntut jahat dan mengakibatkan timbulnya bahaya itu bisa disetujui. Pada masalah yang berhubungan dengan Palestina, sejumlah tokoh Zionis Inggris dalam perundingan itu meletakkan rancangan pemerintahan perwakilan Inggris di wilayah itu, di antaranya adalah :
1. Profesor Philex Frankfurner, yang kelak menjadi penasihat presiden di Gedung Putih pada masa pemerintahan Franklin Roosevelt.
2. Sir Herbert Samuel, komisioner tinggi pertama di Palestina setelah pendudukan pasukan Inggris.
3. Lushian Wolf, seorang penasihat pribadi perdana menteri Inggris Lloyd George.
Sumber: Yahudi Menggenggam Dunia/ William G. Car/Pustaka Al-Kautsar
http;www.islampos.com

Takdir Allah Tak Pernah Salah

17:00

SEORANG ahli hikmah mengatakan, jika dilihat dari sisi takdir orang yang iri berarti sedang menantang tuhan. Alasannya ialah pertama, membenci nikmat-Nya yang diberikan kepada orang lain. Kedua, merasa bahwa Allah tidak adil dalam membagi karunia. Ketiga, menganggap bahwa Allah bakhil terhadap dirinya. Keempat, menganggap hina hamba Allah dan menyanjung dirinya sendiri dan kelima, lebih menuruti bisikan iblis daripada perintah Allah. Rasa iri dengki tersebut muncul karena melihat orang lain memiliki kelebihan yang tak ia miliki. Bisa jadi berupa harta, bakat atau keahlian tertentu. Kebencian ini menjadi lebih besar bila orang yang didengkinya lebih rendah kedudukannya.

Semua nikmat dan kelebihan yang dimiliki hamba tak lain adalah bagian dari qadha’ dan qadar. Manusia tidak dikatakan beriman jika tidak mengimaninya. Allah memiliki sifat al ‘alim (dzat yang maha tahu) yang menentukan segalanya dengan ilmu-Nya. Karena itu memberi hambanya segala sesuatu yang terbaik baginya. Tugas manusia adalah meyakini sepenuhnya bahwa semua kenikmatan tersebut berasal dari Allah dan dibagikan sesuai dengan hikmah.

Tidak semua nikmat dapat membuat hamba bersyukur. Ada hamba yang lebih baik miskin daripada kaya. Sebab kemiskinan dapat membuatnya bersyukur bukan kekayaan. Misalnya adalah Qarun, yang dapat beriman tatkala miskin tapi melupakan Allah saat kunci-kunci gudang hartanya tidak sanggup dipanggul tujuh orang. Ada pula yang lebih tepat kaya, karena mampu mengatur kekayaannya sesuai tuntunan agama, misalnya sahabat Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf.

Allah berfirman yang artinya,

“Dan Jikalau Allah melampangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentunya mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi allah menurunkan apa yang dikehendakinya dengan ukuran. Sesungguhnya dia maha mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi maha melihat.” (QS. As Syura: 27)

Iri dan dengki membuat diri sendiri lupa terhadap banyaknnya nikmat yang diperoleh dan kelebihan yang dimiliki, hanya saja bentuk dan proporsinya berbeda. Ia lebih fokus pada kekurangannya bukan potensinya. Ia merasa kurang dan lemah, padahal bisa jadi orang yang didengki merasa tak lebih beruntung dari orang yang mendengki. Seperti itulah godaan setan, membisikkan bahwa ‘rumput tetangga lebih hijau’. Selain itu, tidak ada jaminan bahwa tuntunan nafsu akan terhenti saat yang diinginkan dapat diperoleh. Sebab, tabiat nafsu selalu merasa kurang.

Karena itu, Rasulullah SAW memerintahkan selalu melihat ke ‘bawah’. Agar kita selalu sadar bahwa ada banyak orang yang lebih sulit keadaannya. Sehingga kita mensyukuri apa yang telah dimiliki.

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan rupa, maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Batin akan merasa tenang bila dapat menyeimbangkan antara keinginan dan kenyataan. Dengan bersabar dan bersyukur ujian Allah dapat dilalui dengan mudah. Alkisah, seorang wanita cantik menikah dengan pria yang buruk rupa. Semua orang menyayangkan dan mencibir. Bahkan ada yang berkata bahwa si wanita terkena guna-guna. Tapi hal itu tak dapat membuat suami-istri tersebut goyah. Suatu hari sang istri berkata kepada suaminya, “Suamiku allah memberi ujian kepadamu berupa istri yang cantik, bersyukurlah. Sedangkan aku diuji dengan anda tapi aku bersabar. Kita berdua mendapat pahala.” []

Dunia, Akhirat atau Keduanya?

06:17
PERNAHKAH berpikir tentang hidup ini? Akan jadi apa aku 10 tahun lagi. Apa aku masih tetap sehat seperti sekarang? Aku ingin kelak punya rumah besar dan kaya raya. Kalian pasti pernah bertanya-tanya tentang hidup ini. Sering kali dunia ini menjadi acuan bagi apapun yang kita lakukan. Tak heran memang. Kita hiduup di dunia yang menuntut kita akan segala hal yang harus kita penuhi.

Sering kali kita mendapat masalah yang berlimpah ruah yang menghendaki kita untuk sedikit mengenyampingkan urusan kita dengan Tuhan yang Maha Esa. Sakit lah, Utang lah. Cinta lah. Semua hal itu menjadikan kita kadang lalai dan lupa akan siapa pencipta kita.
Bagi-Nya segala hal itu mudah. Jika ia berkehendak agar gunung terangkat, tentunya bukanlah suatu hal yang mustahil. Jika dalam beberapa saat lagi Dia berkehendak menurunkan sebuah rahmat, bukanlah hal yang mustahil jika saat itu pula hujan uang terjadi.

Namun, itukah yang sebenarnya kita inginkan? Kadang kita lupa kalau hidup ini hanya sebentar. Bagaikan seorang yang menunggu bus, cepat atau lambat ia akan pergi meninggalkan halte tersebut. Baik karena dijemput oleh bus tersebut, ataupun pergi karena terlalu lama menunggu.
Tak jarang kita sering salah jalur. Kita belokkan kemudi hidup kita ke arah dunia. Akhirat kita tinggalkan dipersimpangan kehidupan. Pernahkah anda dengar, ketika kita mengincar dunia, maka Dia akan memberikannya pada kita. Jika akhirat lah tujuan kita, Dia akan memberikannya pula pada kita. Kalau keduanya? Menurutmu Dia tak mampu memberikannya? :)

Sekarang, yang harus kita lakukan ialah membuktikannya. Apakah kita pantas menerima apa yang kita angan-angankan. Kita bisa saja menginginkan keduanya, tapi apakah kita mampu membuktikannya?
Hasan Al-Bashri ialah figur orang yang mengincar akhirat. Beliau yakin bahwa kehidupannya di dunia sudah dijamin oleh Allah, selama tujuan hidupnya ialah Allah. Beliau mengatakan beberapa kalimat yang orang awam bisa sebut sebagai Kunci Zuhud.

“Aku tahu , rizkiku tak mungkin diambil orang lain
Karenanya, hatiku tenang
Aku tahu,amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
Maka aku sibukkan diriku untuk beramal
Aku tahu, Allah selalu melihatku
Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
Aku tahu, kematian menantiku
Maka aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.”

Sebuah rangkaian kalimat indah yang telah membuka hati jutaan umat akan kehidupan di dunia. Keyakinan yang kuat, menjadikannya sorang yang taat dalam beragama. Rahmt-Nya beliau jadikan sebagai tujuan hidupnya. Bukankah itu hakikat seorang yang menganut sebuah agama. Menjadikan Tuhannya prioritas nomor satu, sehingga dunia hanyalah hiburan kecil baginya. Mereka tahu akan adanya sebuah kehidupan kekal kelak. Sebuah Mahligai yang tak acap kali tercium oleh panca indra bagi mereka yang mencari ridho-Nya, serta bara yang tiada terkira panasnya bagi mereka yang terbuai oleh nikmatnya maksiat.

Sempat terlintas dibenak kita, bagaimana mereka bisa bahagia dengan kehidupan yang seperti itu. Pernahkah mereka merasakan piala dunia? bergembira ria di taman hiburan. Atau sekedar singgah di sebuah restoran bersama kekasih tercinta. Apakah bahagia hidup hanya berlingkup doa dan ibadah? Hanya mereka yang tahu. Namun, ada satu hal yang kita yakini. Bahwa saat itulah mereka merasa dekat dengan Tuhan. Dan apa yang tidak bisa mereka lakukan selagi Tuhan berda disamping mereka.

Sekarang kita balik pertanyaannya. Apakah hidup dalam gemerlap lampu ibukota, makan malah dengan kekasih tercinta, menonton piala dunia dalam sebuah layar kaca, serta bermain seharian di taman ria membuat Anda bahagia? Bahagia secara lahir maupun batin? Hanya Anda pula yang tahu.
Kita memilih jalan hidup kita masing-masing. Dan kita bahagia dengan cara hidup tersebut. Orang lain tak pantas protes dengan jalan yang kita ambil selama itu benar. Namun, ingat, selalu ada Tuhan yang Maha Berkuasa di dekat kita.

Sekarang, Anda punya kesempatan dan selalu punya kesempatan. Jalan mana yang akan Anda tempuh? []

Bulan Ramadhan Penuh Kemuliaan

17:00

Allah Ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu (zaman) di atas sebagian lainnya, sebagaimana Dia mengutamakan sebagian manusia di atas sebagian lainnya dan sebagian tempat di atas tempat lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,

ÙˆَرَبُّÙƒَ ÙŠَØ®ْÙ„ُÙ‚ُ Ù…َا ÙŠَØ´َاءُ ÙˆَÙŠَØ®ْتَارُ Ù…َا Ùƒَانَ Ù„َÙ‡ُÙ…ُ الْØ®ِÙŠَرَØ©ُ
Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya, sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka” (QS al-Qashash:68).

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata, “(Ayat ini menjelaskan) menyeluruhnya ciptaan Allah bagi seluruh makhluk-Nya, berlakunya kehendak-Nya bagi semua ciptaan-Nya, dan kemahaesaan-Nya dalam memilih dan mengistimewakan apa (yang dikehendaki-Nya), baik itu manusia, waktu (jaman) maupun tempat”.

Termasuk dalam hal ini adalah bulan Ramadhan yang Allah Ta’ala utamakan dan istimewakan dibanding bulan-bulan lainnya, sehingga dipilih-Nya sebagai waktu dilaksanakannya kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu rukun Islam.

Sungguh Allah Ta’ala memuliakan bulan yang penuh berkah ini dan menjadikannya sebagai salah satu muslim besar untuk menggapai kemuliaan di akhirat kelak, yang merupakan kesempatan bagi hamba-hamba Allah Ta’ala yang bertakwa untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Sejarah Tidak Bisa Bohong, Lambang Garuda RI Ternyata Meniru Lambang Kerajaan Islam Samudera Pasai

13:00
Lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera  Pasai yang duluan eksis.

[Kesultanan Pasai, juga dikenal dengan Samudera Darussalam, atau Samudera Pasai, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia. -wikipedia]

Jangan salah duga dua lukisan di atas sekilas mirip. Namun kalau diperhatikan detil sangat berbeda. Keduanya juga merupakan lambang dua negara yang berbeda. Yang pertama Garuda Pancasila lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan yang kedua lambang Kerajaan Samudera Pasai.

Asal muasal penggunaan lambang Garuda Pancasila sebagai lambang negara adalah bermula saat Sultan Abdurrahman Hamid Alkadrie II (Sultan Hamid II) memenangi sayembara lambang negara. Sayembara ini diadakan oleh Presiden Soekarno. Sebelumnya ada usulan lambang negara yang diajukan oleh M. Yamin namun ditolak oleh panitia karena masih ada pengaruh Jepang melalui penempatan sinar matahari.
Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, baru pada tahun 1950 kita memiliki lambang negara. Jadi selama lima tahun itu Indonesia nirlambang negara. Garuda Pancasila ditetapkan sebagai lambang Negara RI pada 11 Februari 1950 yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah No 66 Tahun 1951.
Lalu Presiden Soekarno memperkenalkan lambang itu kepada masyarakat pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.  Sebelumnya Garuda juga sudah menjadi lambang kerajaan atau stempel kerajaan di Jawa seperti Kerajaan Airlangga.

Lambang Kerajaan Islam Samudera Pasai

Sebelum digunakan secara resmi sebagai lambaga negara RI, Garuda juga sudah dipakai sebagai lambang Kerajaan Samudera Pasai yang dulu kala berpusat di Aceh Utara. Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada 1267. Seorang petualang Ibnu Batuthah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha menuturkan Samudera Pasai sudah menjadi pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara.


Siapa sebenarnya yang merancang lambang Kerajaan Samudera Pasai? “Lambang Kerajaan Samudera Pasai dirancang oleh Sultan Samudera Pasai Sultan Zainal Abidin. Lambang burung itu bermakna syiar agama yang luas, berani dan bijaksana,” sebut R Indra S Attahashi Sabtu (6/10).
Indra menjelaskan, lambang negara Samudera Pasai berisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, badan burung itu merupakan Rukun Islam.

Pria kelahiran 1974 itu menjelaskan lambang itu disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Ketika itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu
“Bisa saja disebut, lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai yang duluan eksis sebelum kaum Nasionalis Marhaenisme merancang NKRI,” ungkap Indra yang juga generasi ketujuh dari Kerajaan Sungai Iyu.

Indra menjelaskan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu sudah ada dalam silsilah keluarganya lebih dari 100 tahun lalu. Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi yang selalu dikisahkan bahwa itu lambang Kerajaan Samudera Pasai.
Disebutkan, asal-usul pendiri Kerajaan Samudera Pasai berasal dari keturunan Turki yakni Al Ghazy Syarif Attahashi yang merupakan panglima memimpin utusan Dinasti Usmaniyah (Ottoman) yang membantu Aceh menghadapi serangan Portugis. Kemudian panglima ketujuh itu menikah dengan seorang putri Sultan Iskandar Muda.

Perihal lambang Negara Indonesia yang mirip dengan lambang Kerajaan Samudera Pasai juga dituturkan oleh Ibrahim Qamarius dosen Universitas Malikussaleh Aceh Utara. Setelah digelar seminar  International Conference and Seminar “Malikussaleh; Past, Present and Future di Aceh Utara pada 11-12 Juli 2011, masyarakat mengirim lambang Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan replika.

Lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi.
Ibrahim menjelaskan, walaupun lambang Indonesia mirip dengan Kerajaan Samudera Pasai belum bisa dipastikan Indonesia meniru dari Samudera Pasai. Menurutnya, perlu pengkajian lebih lanjut
“Panitia melakukan pengkajian konprehensif mengenai lambang atau gambar tersebut dan kemungkinan dibahas pada International Conference and Seminar Malikussaleh kedua pada 2013,”  ungkap Ibrahim yang mantan ketua panitia konferensi itu kepada Beritasatu.com,  Sabtu (6/10).

Terlepas dari klaim inspirasi Garuda dari lambang Kerajaan Samudera Pasai, sejarawan LIPI Aswi Warman Adam menegaskan kalau klaim itu menunjukkan kecintaan bangsa Indonesia. “Ini bukanlah sebuah klaim yang menjurus ke arah negatif. Ini merupakan sebuah bentuk kecintaan bangsa Indonesia, yang dulu saat proses pemilihan lambang negara memang ikut terlibat,” kata Asvi.  (beritasatu)


Pemaaf Itu Indah

06:11
UKMI AL FATAH - Ini kisah lain dari Abdullah bin Umar RA. Ketika itu ia dan para sahabatnya sedang bertamu pada orang saleh. Orang saleh ini mempunyai pelayan perempuan. Pelayan ini melayani Abdullah dan para sahabatnya dengan menghidangkan sup yang sangat lezat.

Saat sup ini dibawanya, tiba – tiba piring itu jatuh dan sup yang didalamnya tumpah ke tanah. Sehingga orang – orang terkejut melihatnya. Pelayan itu merasa bersalah dan meminta maaf pada seluruh tamunya. Lalu tuannya memakinya sambil mengancam akan memukulnya.

Pelayan yang shalehah ini hafal Al – Quran dan membacakan salah satu ayat, “Dan orang – orang yang menahan amarahnya…” (Ali Imran : 134). Kemudian tuannya menimpali, “Kami telah menahan amarah kami.” Pelayan itu melanjutkan bacaan ayatnya, “Dan memaafkan (kesalahan) orang.” (Ali – Imran : 134). Tuannya mengatakan, “Kami telah memaafkan kesalahanmu.” Pelayan itu membaca ayat lagi, “Allah menyukai orang – orang yang berbuat kebajikan” (Ali – Imran 134).

Akhirnya tuannya pun menyahutnya, “Mahabenar Allah. Kami telah berbuat baik padamu. Sekarang kamu bebas (dari perbudakan) karena Allah SWT.”

Sungguh dermawan sifat yang dimiliki oleh seorang tuan diatas. Ia mau memaafkan kesalahan pelayannya yang tidak sengaja melakukan itu semua. Memang memaafkan itu sulit rasanya bagi orang yang tidak kuat iman dan tidak berperasaan. Padahal orang yang meminta maaf atas kesalahannya adalah orang yang memiliki jiwa berani dan patut untuk diacungi jempol. Begitu pun dengan orang yang mau memaafkannya, ia mempunyai hati yang bersih dan jiwa pemaaf.

Sumber : 40 Kisah Pengantar Anak Tidur/Najwa Husein Abdul Aziz/Gema Insani/Depok/2006.

 Di Post
#Live Report : UKMI Al FATAH UNILAK
#yukngaji
#Bersama UKMI AL FATAH

 
Copyright © UKMI Al-Fatah. Designed by OddThemes & Best Wordpress Themes 2018